Masih penasaran dengan khasiat Tahitian Noni Juice? Berikut ini kami berikan tiga testimonial pengguna Tahitian Noni yang telah berhasil mengatasi penyakitnya. Testimoni Tahitian Noni Juice ini diambil dari ribuan testimoni yang ada, yang kami harapkan dapat membantu Anda mengetahui lebih lanjut mengenai khasiat Noni Juice. Info selengkapnya, silahkan Anda simak dalam ulasan kami berikut ini. Testimoni Imron Sofyan: Terbebas dari Diabetes, Gagal Ginjal dan Jantung Berkat Tahitian Noni Bapak Imron Sofyan menderita penyakit diabetes sejak tahun 1990. Namun sejak divonis menderita penyakit yang dapat mengundang kehadiran berbagai macam komplikasi tersebut, beliau tidak kunjung merubah pola makannya. Akibat pola makan yang salah tersebut, ia pun akhirnya harus menderita komplikasi. Komplikasi yang dialaminya adalah gagal ginjal dan penyakit jantung. Kedua komplikasi tersebut semakin memperparah kondisinya saja. Bahkan dokter telah menyarankan beliau untuk segera melakukan cuci darah akibat gagal ginjal yang dideritanya. Namun beliau menolak untuk melakukan cuci darah, karena sadar cara tersebut tidak akan serta merta mengembalikan fungsi ginjalnya yang telah rusak. Ditengah keputusasaan menghadapi penyakit yang dialaminya tersebut, Bapak Imron Sofyan kemudian secara tidak sengaja diperkenalkan pada Tahitian Noni Juice oleh salah seorang keponakannya. Beruntung pula beliau langsung menurut ketika dianjurkan untuk mengkonsumsi Noni Juice tersebut secara rutin. Setelah rutin mengkonsumsi Tahitian Noni, Imron Sofyan mulai merasakan khasiatnya. Kadar gula darahnya yang tadinya melonjak drastis berangsur angsur mendekati normal. Terlebih lagi ketika ia melakukan check up rutin, dokter yang menanganinya mengatakan bahwa ia tidak perlu melakukan cuci darah. Ia pun bersyukur akhirnya bisa terbebas dari penyakit diabetes dan komplikasinya berkat Tahitian Noni Juice.   Testimoni Asmiati: Diabetes Tipe 2 dan Ulkus Teratasi dengan Rajin Minum Noni Juice Asmiati menderita diabetes tipe 2 tahun lalu, tepatnya tanggal 5 Juli 2012. Saat itu sebenarnya ia telah merasakan beberapa gejala DM tipe 2 seperti cepat lelah, sering buang air kecil, kesemutan dan pusing. Namun puncaknya baru ia rasakan pada bulan Juli ketika ia merasa pusing yang sangat luar biasa disertai muntah-muntah. Tubuhnya yang lemas akibat banyaknya cairan yang keluar tersebut akhirnya dibawa oleh suaminya ke rumah sakit terdekat. Setelah diperiksa barulah diketahui bahwa Asmiati menderita diabetes tipe 2. Waktu itu, kadar gula darahnya mencapai 700 mg/dl. Ia pun harus diopname selama 10 hari di rumah sakit tersebut. Setelah sehari dirawat di rumah sakit, kadar gula darahnya memang mengalami penurunan. Namun penurunan yang terjadi sangat drastis, sehingga membuat tubuhnya semakin lemah saja. Kadar gula darahnya yang awalnya 700 mg/dl turun menjadi 70 mg/dl akibat diberi obat penurun gula darah. Penurunan gula darah yang sangat drastis tersebut sangat membahayakan jiwa Asmiati, sehingga ia kemudian diberi air gula untuk meningkatkan gula darahnya kembali, dengan harapan gula darahnya dapat mendekati stabil. Selain menderita diabetes tipe 2, Asmiati ternyata juga menderita luka di betis kanannya. Akibat gula darahnya...