Cara mengobati HIV AIDS menjadi salah satu penelitian yang sudah banyak sekali dilakukan oleh para tim dokter.

Meski begitu hingga saat ini bisa dibilang obat untuk bisa betul-betul menyembuhkan penyakit yang satu ini masih belum ditemukan secara cepat. Jika pun ada pengobatan, maka itu hanya cara untuk bisa meminimalisir efek saja.

Mengenal HIV AIDS lebih dalam

Penyakit yang satu ini memang kerap menjadi momok di masyarakat era modern seperti sekarang ini. Terlebih karena hingga kini HIV AIDS disebut-sebut belum ada obatnya.

HIV sendiri merupakan virus yang menyerang pada sistem kekebalan di tubuh dan kemudian melemahkan tubuh untuk dapat melawan infeksi dan juga penyakit sehingga butuh cara mengobati HIV AIDS.

Ketika diagnosis HIV sudah dilakukan sejak dini, maka pengidapnya tidak serta merta langsung berubah dari HIV ke AIDS. AIDS sendiri merupakan stadium akhir untuk infeksi dari virus HIV tersebut. Di tahap ini, maka kemampuan pada tubuh dalam melawan infeksinya maka sepenuhnya telah hilang.

Meski cara untuk mengatasi HIV/AIDS ini belum ditemukan, namun tetap ada pengobatan yang bisa diusahakan sehingga bisa melambatkan perkembangan dari penyakitnya. Pengobatan pun bisa menjadikan penderita bertahan hidup dengan lebih lama dan juga jalani hidup secara normal.

HIV/AIDS di Indonesia

Sejak pertama kali ditemukan infeksi HIV di tahun 1987 lalu di 368 kabupaten atau kota yang ada di seluruh provinsi, Bali menjadi provinsi pertama ditemukannya infeksi dari virus ini. Berdasar data dari UNAIDS, sekitar 690 ribu orang di Indonesia yang menderita HIV hingga tahun 2015.

Dari jumlah itu, 50% adalah di rentang usia 15 hingga 49 tahun. Dari semua angka itu, angka kematiannya adalah sekitar 35 ribu orang. Meski pemerintah sudah berusaha untuk meningkatkan cara penyembuhan HIV dan AIDS, namun ternyata angkanya tetap terus bertambah.

Penyebaran HIV

HIV itu sendiri merupakan jenis virus rapuh dimana tak mampu bertahan lama saat di luar tubuh manusia. HIV ini bisa ditemukan pada cairan tubuh penderita yang terinfeksi. Cairan itu sendiri diantaranya adalah cairan sperma, anus, vagina, darah hingga ASI. Namun yang perlu diperjelas adalah HIV tak menular lewat urin atau keringat.

Beberapa faktor yang jadi sebab utama penularannya diantaranya dari hubungan seks bebas hingga bergantian jarum suntik ketika memakai narkoba. Selain itu penularan Ibu kepada bayi saat melahirkan hingga menyusui juga bisa terjadi sehingga tak heran ada anak-anak yang sudah menjangkit HIV ini sejak dirinya lahir.

Cara mengobati HIV AIDS

Cara mengatasi terkena HIV/AIDS memerlukan langkah pengobatan serius dalam jangka panjang. Meski begitu, perlu tahu dulu apakah benar menderita infeksi ini sehingga langkah pertama sebelum pengobatan adalah dengan tes infeksi dulu.

Tes HIV itu sendiri bukan sekedar tes saja, namun juga disertai dengan konseling. Dengan adanya tes yang jelas, maka akan bisa diketahui apakah tubuh memang benar terkena HIV atau tidak.

Dapat diakui jika cara mengobati HIV AIDS ini dilakukan hanya untuk bisa meminimalisir dampak lebih buruk lagi, namun tetap saja penderita patut mengusahakannya. Dengan begitu, maka penderita akan tetap bisa hidup dengan normal.

Langkah pengobatan untuk HIV pun sudah lumayan efektif saat ini dengan beberapa jenis obat bernama antiretroviral dimana obat ini mampu menghambat berkembangnya virus tersebut yang bisa merusak sistem pada kekebalan tubuh.